Video Gerakan Tanam Serempak di Banyuasin Perkuat Swasembada Pangan
Upaya percepatan tanam sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional terus dilakukan di berbagai daerah. Salah satunya melalui kegiatan Gerakan Tanam Serempak yang dilaksanakan di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian (BRMP Pascapanen), Suharyanto.
Gerakan Tanam Serempak menjadi momentum penting untuk mempercepat musim tanam sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian agar mampu meningkatkan produksi padi. Kegiatan ini juga menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani dalam mendukung tercapainya swasembada pangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BRMP Sumatera Selatan, Kelompok Fungsional Penyuluhan Provinsi Sumatera Selatan, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin, serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Kabupaten Banyuasin. Bersama para petani, seluruh peserta melakukan penanaman secara serempak sebagai simbol dimulainya percepatan musim tanam di wilayah tersebut.
Desa Sungai Dua merupakan salah satu lokasi pelaksanaan Program Optimasi Lahan (Oplah) sejak tahun 2024 dengan luas mencapai sekitar 628 hektare. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan melalui pengelolaan sumber daya lahan dan air secara lebih optimal sehingga mampu mendukung peningkatan produksi padi.
Wilayah Desa Sungai Dua memiliki tipologi lahan lebak, yang merupakan salah satu karakteristik lahan pertanian yang banyak dijumpai di Kabupaten Banyuasin, terutama di Kecamatan Rambutan, Rantau Bayur, Banyuasin III, dan Banyuasin I. Lahan lebak memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman pangan, namun memerlukan pengelolaan yang tepat agar produktivitasnya dapat terus ditingkatkan.
Meskipun berada di kawasan lahan lebak, Kecamatan Rambutan memiliki karakteristik tersendiri. Pada musim kemarau, kawasan ini tetap memperoleh limpahan air dari Sungai Musi. Kondisi tersebut menjadikan pengaturan tata air sebagai faktor penting dalam budidaya padi. Penentuan umur tanam yang sesuai, pengelolaan waktu masuk dan keluarnya air di lahan, serta pengaturan pola tanam menjadi kunci agar pertumbuhan tanaman berlangsung optimal dan menghasilkan produktivitas yang tinggi.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani, potensi lahan pertanian di Desa Sungai Dua diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, serta mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Simak videonya di link: https://www.facebook.com/reel/1982640952454384